Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Ramai Dedolarisasi, Apa Jadinya jika Indonesia Tinggalkan Dollar AS?
00:00
Rupiah Bablas Lewati Rp 16.000 Per Dollar AS, Jokowi: Masih Posisi yang Baik
02:06
Video Selanjutnya dalam detik
Rupiah Bablas Lewati Rp 16.000 Per Dollar AS, Jokowi: Masih Posisi yang Baik
Lanjutkan

Ramai Dedolarisasi, Apa Jadinya jika Indonesia Tinggalkan Dollar AS?

10 Mei 2023, 16:22 WIB

Sejumlah negara dinilai mulai meninggalkan penggunaan dollar AS dan beralih memakai mata uang lokal untuk transaksi internasional. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada 9-11 Mei 2023, Indonesia akan mendorong perluasan pemakaian mata uang lokal di kawasan Asia Tenggara.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing, khususnya dollar AS. Pemanfaatan mata uang lokal akan dilakukan melalui kerja sama secara bilateral antar negara ASEAN. Mereka menyebutnya dengan istilah local currency transaction (LCT).

Bank Sentral dari empat negara ASEAN, yaitu Bank Indonesia (BI), Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), dan Bank of Thailand (BOT), sudah sepakat bekerjasama dalam mewujudkan dan mendukung pembayaran yang lebih cepat, murah, transparan, dan inklusif.

Salah satu perwujudan LCT adalah dengan mengimplementasikan QRIS antarnegara. QRIS antarnegara adalah sistem pembayaran lintas negara (cross-border payment) berbasis kode QR yang dapat digunakan untuk transaksi lintas negara.

Dengan QRIS antarnegara, transaksi antar negara tidak perlu lagi mengkonversi atau menukarkan mata uang lagi saat berbelanja di negara yang dikunjunginya, cukup dengan memindai kode QR.

Simak selengkapnya dalam video berikut.

Penulis: Erwina Rachmi Puspapertiwi, Ahmad Naufal Dzulfaroh, Rully R. Ramli

Penulis Naskah: Rizkia Shindy

Narator: Timothy Afryano

Video Editor: Dina Rahmawati

Produser: Adesari Aviningtyas

Music: Sunny Travel - Nico Staf, Wehrmut - Godmode, Yah Yah - josh pan

#Dedolarisasi #DollarAS #OhBegitu #JernihkanHarapan #SpesialKompascom

Video Terkini
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke