Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan bahwa tersangka penganiayaan sopir taksi online di Tol Dalam Kota, David Yulianto membeli air soft gun seharga Rp 3,5 juta dari seorang kenalannya berinisial E.
Diketahui, senjata air softgun itu turut digunakan oleh David untuk mengancam sopir taksi online yang ia aniaya.
"Yang bersangkutan sampaikan sekira bulan 4 atau 5 tahun 2022, membeli (air soft gun) beserta card dengan harga Rp 3,5 juta, dari seseorang berinisial E," papar Trunoyudo kepada wartawan, Jumat (5/5/2023).
Menurut Trunoyudo, David dengan seorang berinisial E tersebut memang sudah lama mengenal.
Polisi pun kini masih terus melakukan pendalaman terkait asal-usul air soft gun serta sosok E.
Diberitakan sebelumnya, kejadian penganiayaan disertai penodongan senjata itu bermula ketika korban Hendra Hermansyah melintas di Tol Dalam Kota Jakarta pada Kamis (4/5/2023) malam.
Saat itu, Hendra sedang berjalan ke arah Tangerang dan berpindah jalur di Tol Dalam Kota. Tak lama, kendaraannya mendadak diadang oleh mobil sedan berpelat dinas polisi.
Bersamaan dengan pemukulan, pelaku juga menodongkan senjata ke arah korban. Setelah kejadian, Hendra pun melapor ke Polda Metro Jaya pada Jumat.
Informasi selengkapnya dapat disimak dalam video berikut.
Video Jurnalis: HAM
Penulis: Rizky Syahrial
Penulis Naskah: Talitha Yumnaa
Video Editor: Dina Rahmawati
Produser: Ira Gita Natalia
Musik: On The Hunt
#JernihkanHarapan