Mesir secara tegas menolak usulan pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, yang mengusulkan agar Mesir mengambil alih pemerintahan di Jalur Gaza pascaperang. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Tamim Khallaf, menyatakan bahwa gagasan tersebut tidak dapat diterima dan bertentangan dengan kebijakan Mesir serta negara-negara Arab.Dalam usulannya, Lapid mengusulkan agar Mesir mengelola Gaza selama delapan tahun dengan imbalan pelunasan utang luar negeri. Namun, Mesir menegaskan bahwa Gaza dan Tepi Barat merupakan bagian integral dari wilayah Palestina yang harus berada di bawah kedaulatan penuh Palestina.Selain itu, Mesir juga menolak keras gagasan pemindahan penduduk Gaza ke wilayahnya, yang disebut sebagai garis merah. Sikap ini juga menjadi bagian dari upaya diplomatik Mesir dalam menentang rencana yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump, yang mengusulkan agar AS mengambil alih Gaza setelah pemindahan massal penduduknya.Simak selengkapnya dalam video berikut!Penulis Naskah: Novyana Nurmita DewiNarator: Novyana Nurmita DewiVideo Editor: Maria Utari DewiProduser: Rizal Setyo Nugroho#Global #Perang #IsraelHamas #Mesir #Gaza #PalestineMusic: Missing Persons - Jeremy Blake