Ekspedisi Cincin Api - TAMBORA 2

Jumat, 7 Juni 2013 | 19:57 WIB

Dukungan Ahmad Arif, Indira Permanasari serta anggota tim lainnya, ternyata mampu mendongkrak mental Gunawan untuk terus memilih mendaki walaupun perlahan. Sementara paling belakang news reporter Kompas TV, Deden Hari Firmansyah harus mendampingi Nandita Erisca yang berjalan pelan agar tidak tertinggal sendiri.

Lega rasanya saat mencapai ketinggian 2.432 meter. Trek mulai mendatar dengan tingkat kelandaian hanya 2-15 persen saja. Di ketinggian ini mulai jarang terdapat vegetasi sehingga terpaan angin bertambah kencang. Yang kami injak berupa pasir padat dan batuan beku vulkanik.

Beberapa bongkahan terlihat sangat besar, berupa bongkahan bom yang saat letusan 1815 terlempar jauh. Belum termasuk batu apung yang dulu menghujan diiringi dengan aliran piroklastik hingga ke laut. Sungguh dahsyat letusan Gunung Tambora yang jejak geologinya masih terlihat hingga kini.

Di ketinggian 2.500 ada lagi tanjakan seperti di awal trek pos lima. Lumayan, tanjakan sejauh sekitar 90 meter bisa ditapaki dengan baik. Setelah itu trek kembali mendatar, hanya saja jalur yang dilalui tidak rata, berbatu, pasir dan berada di tubir kaldera Gunung Tambora.

Sumber : Kompas TV
KOMENTAR DISINI